<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>An Ordinary life &#187; Artikel</title>
	<atom:link href="http://achmadfiqar.wordpress.com/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://achmadfiqar.wordpress.com</link>
	<description>Blog pribadi Fiqar Achmadi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 12 Dec 2008 06:42:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='achmadfiqar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a5666ab14d1e93439a2d1da8e4d4ed6b?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>An Ordinary life &#187; Artikel</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://achmadfiqar.wordpress.com/osd.xml" title="An Ordinary life" />
		<item>
		<title>Efek variabel sosiodemografi pada Tingkat Pengetahuan Kesehatan RM, perilaku dan kebiasaan populasi wanita</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/12/12/efek-variabel-sosiodemografi-pada-tingkat-pengetahuan-kesehatan-rm-perilaku-dan-kebiasaan-populasi-wanita/</link>
		<comments>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/12/12/efek-variabel-sosiodemografi-pada-tingkat-pengetahuan-kesehatan-rm-perilaku-dan-kebiasaan-populasi-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Dec 2008 06:42:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiqar Achmadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daily life]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan kita]]></category>
		<category><![CDATA[Hamil]]></category>
		<category><![CDATA[populasi wanita]]></category>
		<category><![CDATA[Sosio-demografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achmadfiqar.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Hanya sebuah kesimpulan dari jurnal asal Saudi Dental Journal yang akan dibacakan di ruang seminar IKGM Senin mendatang tanggal 15 Desember 2008.
Disimpulkan bahwa ternyata sebagian besar wanita di Jeddah Arab Saudi mengetahui adanya pengaruh kehamilan pada rongga mulutnya dan juga kondisi janin yang sedang dikandung. Termaktub lewat persentase yang tersedia dalam jurnal ini. Selain itu, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=133&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hanya sebuah kesimpulan dari jurnal asal Saudi Dental Journal yang akan dibacakan di ruang seminar IKGM Senin mendatang tanggal 15 Desember 2008.</p>
<p>Disimpulkan bahwa ternyata sebagian besar wanita di Jeddah Arab Saudi mengetahui adanya pengaruh kehamilan pada rongga mulutnya dan juga kondisi janin yang sedang dikandung. Termaktub lewat persentase yang tersedia dalam jurnal ini. Selain itu, faktor sosio-demografi seperti usia, status nikah, status kerja dan kebiasaan merokok juga sangat mempengaruhi variabel-variabel yang telah disebutkan di atas. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan mengisi komentar di bawah.<br />
Terima kasih dan doakan saya ya untuk baca besok&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achmadfiqar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achmadfiqar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achmadfiqar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achmadfiqar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achmadfiqar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achmadfiqar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achmadfiqar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achmadfiqar.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achmadfiqar.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achmadfiqar.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=133&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/12/12/efek-variabel-sosiodemografi-pada-tingkat-pengetahuan-kesehatan-rm-perilaku-dan-kebiasaan-populasi-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b732346bca475957254990d16ae86f91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nunenk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epulis</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/epulis/</link>
		<comments>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/epulis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 11:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiqar Achmadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan kita]]></category>
		<category><![CDATA[Epulis]]></category>
		<category><![CDATA[Jenis epulis]]></category>
		<category><![CDATA[Perawatan epulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achmadfiqar.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Epulis adalah suatu tumor yang bersifat jinak dan pertumbuhannya berada di atas gingival dan berasal dari periodontal dan jaringan periosteum. Epulis ini bersifat fibrous, hiperplastik atau granulatif. Dalam pertumbuhannya epulis ini bisa tidak bertangkai atau biasa disebut sensile dan dan bisa pula bertangkai (peduncullated). Epulis ini dapat berasal dari iritasi kronis yang berlanjut menjadi epulis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=100&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Epulis adalah suatu tumor yang bersifat jinak dan pertumbuhannya berada di atas gingival dan berasal dari periodontal dan jaringan periosteum. Epulis ini bersifat fibrous, hiperplastik atau granulatif. Dalam pertumbuhannya epulis ini bisa tidak bertangkai atau biasa disebut sensile dan dan bisa pula bertangkai (peduncullated). Epulis ini dapat berasal dari iritasi kronis yang berlanjut menjadi epulis fissuratum/denture hyperplasia akibat rangsangan tepi protesa tidak baik dan berlangsung lama dalam rongga mulut. Selain itu epulis juga dapat terjadi pada pasien dengan gangguan hormonal.<br />
<span id="more-100"></span><br />
JENIS-JENIS EPULIS<br />
Epulis dapat dibedakan berdasarkan etiologi terjadinya antara lain :<br />
1.	Epulis Congenitalis<br />
2.	Epulis Fibromatosa<br />
3.	Epulis Granulomatosa<br />
4.	Epulis Fissuratum<br />
5.	Epulis Gravidarum<br />
6.	Epulis Angiomatosa </p>
<p>Secara rinci diuraikan sebagai berikut :<br />
1.	Epulis Congenitalis/Tumor Sel Granular/Tumor Neumans<br />
Biasa disebut Congenital granular cell tumor (GCT). Epulis ini terdapat pada mukosa bayi yang baru lahir. Etiologinya secara jelas belum diketahui namun diduga berasal dari sel epitel bakal benih gigi (odontogenik). Epulis ini terlihat seperti benjolan yang muncul pada alveolar ridge dalam rongga mulut. Hal ini menghambat pernafasan dan asupan makanan bayi. Secara klinis massa peduncullated kadang multiobuler dan berwarna merah muda lunak. Evaluasi patologis tumor yang disebut diagnosis GTC antara lain penampakan makroskopik permukaan luar terlihat tidak biasa dan potongannya homogenus. Histologisnya terlihat sel polygonal yang menyebar teratur dan mengandung ovalnuclei dan abundant coarsely granular cytoplasm.</p>
<p>2.	Epulis Fibromatosa<br />
Epulis ini terjadi pada rongga mulut terutama pada tepi gingival dan juga sering terjadi pada pipi dan lidah. Etiologinya berasal dari iritasi kronis. Tampak klinis yang terlihat antara lain bertangkai, dapat pula tidak, warna agak pucat, konsistensi kenyal, batas tegas, padat dan kokoh. Epulis ini pula tidak mudah berdarah dan tidak menimbulkan rasa sakit.</p>
<p>3.	Epulis Granulomatosa<br />
Epulis granulomatosa merupakan lesi yang timbul akibat dampak pasca bedah dari soket setelah dilakukan ekstraksi.Epulis ini terjadi pada interdental gingiva, benjolan massa irregular, warna kemerahan/kebiruan, bertangkai dan mudah berdarah. Epulis ini memiliki differential diagnosis dengan tampak klinis yang mirip antara lain pyogenic granulomas, atau herniation dari sinus maksilaris. </p>
<p>4.	Epulis Fissuratum (Dentuer Granulomatosa/D. Hiperplasia/D. Fibrous Hiperplasia/Inflammatory fibrous hyperplasia)<br />
Epulis ini tampak sebagai lipatan jaringan fibrous satu atau lebih pada vestibulum, tidak menimbulkan rasa sakit, mungkin terjadi reaksi inflamasi, fibrous hyperplasia, proliferasi epitel/ ulkus. Iritasi kronis yang diakibatkan oleh pemakaian gigitiruan yang tidak adekuat dalam jangka waktu yang lama dalam hal ini akibat basis/sayap protesa. Epulis fissuratum merupakan lesi reaktif hiperplastik. Penampakan histologis dapat bervariasi dan frekuensinya kebanyakan tampaknya fibrous hyperplasia. Karena proliferasi kapiler terjadi, maka tampak pula pyogenic granuloma. Mukosa glandula selalu muncul pada spesimen dan akan menimbulkan sialadenitis kronis. Kadang glandula akan memiliki hubungan dengan lymphoid hyperplasia and papillary ductal hyperplasia. Epitelium yang atropi atau hiperplastik dan kadang memunculkan pseudoepitheliomatous hyperplasia. Ulserasi dapat muncul. Metaplasia kondroid atau tulang dapat berkembang seiring munculnya benjolan.</p>
<p>5.	Epulis Gravidarum (Epulis Pregnancy)<br />
Epulis ini terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal dan atau iritasi kronis. Tampak klinis bertangkai dapat pula tidak, permukaan halus (lobulated) dan mudah berdarah dan merupakan lanjutan inflamasi gingiva. Epulis ini biasa terjadi pada wanita hamil mulai tampak pada trimester II dan terutama region posterior.<br />
6.	Epulis Angiomatosa (Epulis Telangiecticum)<br />
Merupakan respon granulasi yang berlebihan dan etiologi belum diketahui. Dikatakan respon berlebihan karena pertumbuhan cepat, konsistensi lunak seperti sponge, merah cerah dan mudah berdarah.<br />
PERAWATAN<br />
Secara umum, epulis disebabkan oleh iritasi kronis dan gangguan hormonal. Maka perawatannya dapat berupa kuretase, eksisi, hingga menghilangkan faktor iritan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achmadfiqar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achmadfiqar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achmadfiqar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achmadfiqar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achmadfiqar.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achmadfiqar.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=100&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/epulis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b732346bca475957254990d16ae86f91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nunenk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah antibiotik menjadi biang keladi berubahnya warna gigi?</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/benarkah-antibiotik-menjadi-biang-keladi-berubahnya-warna-gigi/</link>
		<comments>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/benarkah-antibiotik-menjadi-biang-keladi-berubahnya-warna-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 11:51:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiqar Achmadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan kita]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Gigi]]></category>
		<category><![CDATA[Perubahan warna gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achmadfiqar.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang yang harus diperhatikan jika si kecil perlu mengkonsumsi antibiotik?
Antibiotik seringkali harus diberikan untuk mengobati anak yang mengalami infeksi karena bakteri. Beberapa anak dengan suatu penyakit tertentu seperti TBC (tuberkulosis) bahkan harus mengkonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama. Banyak orang tua yang khawatir antibiotik dapat merusak keindahan gigi dengan merubah warna asli gigi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=99&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa yang yang harus diperhatikan jika si kecil perlu mengkonsumsi antibiotik?<br />
Antibiotik seringkali harus diberikan untuk mengobati anak yang mengalami infeksi karena bakteri. Beberapa anak dengan suatu penyakit tertentu seperti TBC (tuberkulosis) bahkan harus mengkonsumsi antibiotik dalam jangka waktu yang lama. Banyak orang tua yang khawatir antibiotik dapat merusak keindahan gigi dengan merubah warna asli gigi menjadi abu-abu atau kehitaman.<br />
<span id="more-99"></span><br />
Fakta tentang Antibiotik dan Perubahan Warna Gigi<br />
Antibiotik yang diminum memang akan menyebar ke seluruh tubuh, dengan demikian juga mencapai tulang dan gusi sekitar gigi. Perubahan warna gigi akibat antibiotik biasanya menimbulkan pewarnaan yang merata pada semua gigi, atau sebagian besar gigi. Selain itu, perubahan warna merata pada seluruh permukaan gigi. Warnanya tidak hitam tetapi coklat gelap atau keabu-abuan.<br />
Namun, hingga saat ini dari penelitian dan literatur yang ada, hanya ada satu jenis antibiotik yang dapat mengakibatkan perubahan warna gigi yaitu antibiotik jenis tetracycline. Tetracycline menyebabkan gangguan warna gigi karena terikat dengan komponen kalsium pada email dan dentin pada saat pembentukannya. Tetracycline adalah jenis antibiotik dengan spectrum luas yang sering digunakan untuk mengobati berbagai penyakit akibat bakteri seperti radang tenggorokkan, diare, dan infeksi akibat bakteri yang lainnya.<br />
Saat ini, penggunaan tetracycline sudah jarang sekali. Selain menyebabkan perubahan pada warna gigi dan juga struktur gigi, tertracycline dapat menyebabkan kerusakan tulang dan menghambat pembentukan tulang. Tidak hanya itu, obat ini pun dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.<br />
Penggunaan obat-obat antibiotik yang lain yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter tidak akan mengakibatkan perubahan warna pada gigi. Jadi, sebaiknya orang tua tetap memberikan obat antibiotik yang telah diresepkan dokter jika memang itu dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit yang diderita anak. Tetapi, anda hanya perlu memberitahukan dokter sebelumnya bila si kecil mempunyai bakat alergi atau alergi terhadap antibiotik tertentu. Beberapa anak mengalami reaksi alergi setelah mengkonsumsi obat antibiotik tertentu. Seperti: ruam-ruam, muntah, atau diare. </p>
<p>Mengembalikan Warna Gigi<br />
Perubahan warna akibat penggunaan tetracycline memang sulit diputihkan kembali. Karena, perubahan warna mencakup seluruh gigi. Untuk sekedar memperbaiki estetika pada gigi depan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Tetapi biasanya ini belum dilakukan pada anak-anak.<br />
•	Memberi lapisan dipermukaan dengan tambalan sinar (light-curing filling) yang warnanya cocok dengan warna yang diinginkan.<br />
•	Membuat jacket crown yang membungkus gigi anda yang asli dengan lapisan porselen yang warnanya sesuai penampilan yang dibutuhkan. </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achmadfiqar.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achmadfiqar.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achmadfiqar.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achmadfiqar.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achmadfiqar.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achmadfiqar.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=99&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/benarkah-antibiotik-menjadi-biang-keladi-berubahnya-warna-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b732346bca475957254990d16ae86f91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nunenk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahaya Antibiotik di depan mata</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/bahaya-antibiotik-di-depan-mata/</link>
		<comments>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/bahaya-antibiotik-di-depan-mata/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 11:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiqar Achmadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan kita]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Bahaya antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Industri obat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achmadfiqar.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Diskusi mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak
rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, &#8220;kampanye&#8221;
memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak
dibandingkan dengan promosi dan usaha kalangan industri obat-obatan khususnya yang memproduksi antibiotik.
Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung
kerap menjadi obyek &#8220;ceruk pasar&#8221; dari berbagai produk antibiotik yang
diresepkan dokter. Hingga hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=98&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Diskusi mengenai perlunya mewaspadai penggunaan antibiotik secara tidak<br />
rasional sudah sering dibahas. Akan tetapi, bagaimanapun, &#8220;kampanye&#8221;<br />
memerangi penggunaan antibiotik secara irasional itu masih kalah marak<br />
dibandingkan dengan promosi dan usaha kalangan industri obat-obatan khususnya yang memproduksi antibiotik.<span id="more-98"></span></p>
<p>Anak-anak termasuk bayi adalah golongan usia yang secara tidak langsung<br />
kerap menjadi obyek &#8220;ceruk pasar&#8221; dari berbagai produk antibiotik yang<br />
diresepkan dokter. Hingga hari ini pun sebagian dokter masih kerap<br />
menunjukkan sikap ketidaksukaan jika menghadapi pasien cerewet alias<br />
kritis. Masih banyak pula pasien-yang notabene konsumen medis-segan banyak<br />
bertanya kepada dokter, dan memilih manggut-manggut saja jika diberi obat<br />
apa pun oleh dokter.</p>
<p>Antibiotik berasal dari kata anti dan bios<br />
(hidup, kehidupan). Dengan demikian, antibiotik merupakan suatu zat yang<br />
bisa membunuh atau melemahkan suatu makhluk hidup, yaitu mikro-organisme<br />
(jasad renik) seperti bakteri, parasit, atau jamur. Antibiotik tidak dapat<br />
membunuh virus sebab virus memang bukan &#8220;barang&#8221; hidup. Ia tidak dapat<br />
berkembang biak secara mandiri dan membutuhkan materi genetik dari sel<br />
pejamu, misalnya sel tubuh manusia, untuk berkembang biak.</p>
<p>Sementara masih kerap terjadi, dokter dengan mudahnya meresepkan<br />
antibiotik untuk bayi dan balita yang hanya sakit flu karena virus. Memang<br />
gejala yang menyertai flu kadang membuat orangtua panik, seperti demam,<br />
batuk, pilek. antibiotik yang dianggap sebagai &#8220;obat dewa&#8221;. Pasien<br />
irasional seperti ini seperti menuntut dokter menjadi tukang sihir.<br />
Padahal, antibiotik tidak mempercepat, apalagi melumpuhkan, virus flu.</p>
<p>Sejak lahir kita sudah dibekali<br />
dengan sistem imunitas yang canggih. Ketika diserang penyakit infeksi,<br />
sistem imunitas tubuh terpicu untuk lebih giat lagi. Infeksi karena virus<br />
hanya bisa diatasi dengan meningkatkan sistem imunitas tubuh dengan makan<br />
baik dan istirahat cukup, serta diberi obat penurun panas jika suhunya di<br />
atas 38,5 derajat Celsius. Jadi, bukan diberi antibiotik. Kecuali kalau<br />
kita punya gangguan sistem imun seperti terserang HIV. Flu akan sembuh<br />
dengan sendirinya, antibiotik hanya memberi efek placebo. Antibiotik yang diberi tidak seharusnya kepada anak malah merusak<br />
sistem kekebalan tubuhnya. Yang terjadi anak malah turun imunitasnya, lalu<br />
sakit lagi. Lalu jika dikasih antibiotik lagi, imunitas turun lagi dan<br />
sakit lagi. Terus begitu, dan kunjungan ke dokter makin sering karena anak<br />
tambah mudah sakit.</p>
<p>Antibiotik baru dibutuhkan anak ketika<br />
terserang infeksi yang disebabkan bakteri. Contoh penyakit akibat infeksi<br />
bakteri adalah sebagian infeksi telinga, infeksi sinus berat, radang<br />
tenggorokan akibat infeksi kuman streptokokus, infeksi<br />
saluran kemih, tifus, tuberkulosis, dan diare akibat amoeba hystolytica.<br />
Namun jika antibiotik digunakan untuk infeksi yang nonbakteri, hal itu<br />
malah menyebabkan berkembang biaknya bakteri yang resisten.</p>
<p>Beberapa keadaan yang perlu diamati jika anak mengonsumsi antibiotik<br />
adalah gangguan saluran cerna, seperti diare, mual, muntah, mulas/kolik,<br />
ruam kulit, hingga pembengkakan bibir, kelopak mata, hingga gangguan<br />
napas. berbagai penelitian juga menunjukkan, pemberian antibiotik pada<br />
usia dini akan mencetuskan terjadinya alergi di masa yang akan datang.</p>
<p>Kemungkinan lainnya, gangguan akibat efek samping beberapa jenis<br />
antibiotik adalah demam, gangguan darah di mana salah satu antibiotik<br />
seperti kloramfenikol dapat menekan sumsum tulang sehingga produksi<br />
sel-sel darah menurun. Lalu, kemungkinan kelainan hati, misalnya<br />
antibiotik eritromisin, flucloxacillin, nitrofurantoin, trimetoprim,<br />
sulfonamid. Golongan amoxycillin clavulinic acid dan kelompok makrolod<br />
dapat menimbulkan allergic hepatitis. Sementara antibiotik golongan<br />
aminoglycoside, imipenem/meropenem, ciprofloxacin juga dapat menyebabkan<br />
gangguan ginjal.</p>
<p>Jika anak memang memerlukan antibiotik karena terkena infeksi bakteri,<br />
pastikan dokter meresepkan antibiotik yang hanya bekerja pada bakteri yang<br />
dituju, yaitu antibiotik spektrum sempit (narrow spectrum antibiotic).<br />
Untuk infeksi bakteri yang ringan, pilihlah yang bekerja terhadap bakteri<br />
gram positif, sementara infeksi bakteri yang lebih berat (tifus,<br />
pneumonia, apendisitis) pilihlah antibiotik yang juga membunuh bakteri<br />
gram negatif. Hindari pemakaian salep antibiotik (kecuali infeksi mata),<br />
serta penggunaan lebih dari satu antibiotik kecuali TBC atau infeksi berat<br />
di rumah sakit.</p>
<p>Sejak beberapa tahun terakhir, sudah tidak ditemukan lagi antibiotik baru<br />
dan lebih kuat. Sementara kuman terus menjadi semakin canggih dan resisten<br />
akibat penggunaan antibiotik yang irasional. Inilah yang akan menjadi<br />
masalah besar kesehatan masyarakat. Antibiotik dalam penggunaan yang tepat<br />
adalah penyelamat, tetapi jika digunakan tidak tepat dan brutal, ia akan<br />
menjadi bumerang.</p>
<p>Antibiotik seperti pisau bermata dua. Untuk itu, media massa berperan<br />
besar menginformasikan hal ini dan tidak perlu khawatir jika industri<br />
farmasi ngambek tak mau beriklan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achmadfiqar.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achmadfiqar.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achmadfiqar.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achmadfiqar.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achmadfiqar.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achmadfiqar.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=98&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/bahaya-antibiotik-di-depan-mata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b732346bca475957254990d16ae86f91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nunenk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Probiotik, Mengurangi Efek Samping Antibiotik</title>
		<link>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/probiotik-mengurangi-efek-samping-antibiotik/</link>
		<comments>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/probiotik-mengurangi-efek-samping-antibiotik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 11:49:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Fiqar Achmadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan kita]]></category>
		<category><![CDATA[Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Efek samping Antibiotik]]></category>
		<category><![CDATA[Probiotik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://achmadfiqar.wordpress.com/?p=97</guid>
		<description><![CDATA[By Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)
Tak bisa disangkal, antibiotik merupakan obat yang sangat berharga. Tetapi efek negatif antibiotik pun tak bisa terhindarkan. Terlalu sering mengonsumsi antibiotik dapat menyebabkan kerusakan pada tatanan mikroflora usus.
Apabila probiotik yang hidup di usus “diusik” oleh antibiotik, kuman lain yang berpotensi menjadi jahat akan tumbuh subur seperti Candida albicans (jamur), Stafilokokus, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=97&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>By Dr. Hardiono D. Pusponegoro, SpA(K)</p>
<p>Tak bisa disangkal, antibiotik merupakan obat yang sangat berharga. Tetapi efek negatif antibiotik pun tak bisa terhindarkan. Terlalu sering mengonsumsi antibiotik dapat menyebabkan kerusakan pada tatanan mikroflora usus.<span id="more-97"></span></p>
<p>Apabila probiotik yang hidup di usus “diusik” oleh antibiotik, kuman lain yang berpotensi menjadi jahat akan tumbuh subur seperti Candida albicans (jamur), Stafilokokus, Clostridium difficile dan banyak kuman oportunis lain. Keadaan ini tidak baik bagi kesehatan si kecil.<br />
Diare akibat antibiotik<br />
Antibiotik dapat menyebabkan diare yang disebut antibiotic-asssociated diarrhea. Penggunaan berbagai jenis antibiotik dalam jangka waktu lama terutama antibiotik berspektrum luas dengan penyerapan di usus yang tak begitu baik dan pengeluaran lewat cairan empedu yang tinggi dapat mengubah komposisi dan fungsi flora usus dan malah menyebabkan diare. </p>
<p>Gejala paling sering adalah diare yang muncul selama penggunaan antibiotik hingga 8 minggu setelah penghentian antibiotik. Untungnya kebanyakan kasus, gejalanya tidak terlalu berat dan dapat sembuh sendiri.</p>
<p>Tetapi pada kasus diare akibat antibiotik yang disebabkan Clostridium difficile, gejala bisa lebih berat dengan diare yang banyak, berlendir, bau tidak enak, dan sakit perut yang mengganggu. Disertai gejala mual, muntah, kekurangan cairan, dan demam.<br />
Terapi probiotik<br />
Probiotik dapat menghambat kolonisasi bakteri “jahat” dan mengembalikan flora normal. Salah satu yang sudah diteliti adalah Saccharomyces boulardii, sejenis ragi yang menguntungkan sebagai terapi diare akibat antibiotik karena dapat menghalangi racun kuman menempel pada dinding usus. Bila probiotik diberikan saat anak minum antibiotik, probiotik dapat menolong mengurangi resiko diare akibat antibiotika. Probiotik lain yang sudah diteliti adalah laktobacillus GG, probiotik yang dijual bebas sudah terbukti memperbaiki daya tahan usus dengan meningkatkan kadar antibodi igG dan IgA.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/achmadfiqar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/achmadfiqar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/achmadfiqar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/achmadfiqar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/achmadfiqar.wordpress.com/97/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/achmadfiqar.wordpress.com/97/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=achmadfiqar.wordpress.com&blog=3800179&post=97&subd=achmadfiqar&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://achmadfiqar.wordpress.com/2008/06/19/probiotik-mengurangi-efek-samping-antibiotik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b732346bca475957254990d16ae86f91?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nunenk</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>