What is Conscience?
Conscience adalah kemampuan hipotesa atau kemampuan yang membedakan apakah tindakan kita benar atau salah. Hal ini berperan penting dalam penyesalan yang terasa ketika kita melakukan sesuatu yang melawan nilai moral masyarakat dan untuk merasakan rectitude atau integritas pada saat tindakan kita mengkonfirmasi nilai moral tersebut. Ini juga adalah sikap dimana membentuk justifikasi moral kita sebelum melakukan sesuatu.
Filosofi conscience
Sebagai ilmu yang merupakan pengetahuan, conscience secara etimologi berarti dengan pengetahuan yang dimiliki. Tapi kata Inggris mengimplikasikan standar moral dari perlakuan di dalam pemikiran sebaik seperti consciousness dari tindakan kita. Conscience adalah alasan bekerja tentang sesuatu yang benar dan tidak, dan sejalan dengan penerimaan baik dan penghukuman. Setiap pertimbangan dari sebuah conscience harus didasarkan dari estimasi atau determinasi conscience tersebut dan menghasilkan pendirian atau hak atau kewajiban.
Konsepsi masa pertengahan dari conscience
Seorang dari abad pertengahan schoolmen membuat istimewa antara conscience dan memiliki kedekatan dengan konsep yang disebut synderesis. Bagaimanapun didapatkan fakta-fakta bahwa ini adalah keistimewaan dan dua hal tersebut secara natural berarti sesuatu yang sama. (Kebutuhan akan dihargai)
Aquinas
St. Thomas Aquinas mengklaim conscience adalah “alasan untuk membuat keputusan yang tepat”. Dia beragumentasi bahwa jika sesuatu yang dilakukan secara baik itu adalah berasal dari Tuhan.
Untuk Aquinas, Tuhan kita merupakan alasan dengan synderesis memiliki kesadaran dengan pembawaan halus dari sesuatu yang baik dan buruk yang tak dapat disalahkan. Kita semua memiliki kemampuan untuk membedakan kebaikan dan keburukan dengan kuantitas yang sama, dan merasakan kewajiban untuk menghindari keburukan dan melakukan kebaikan. Aquinas juga mendeskribsikan synderesis sebagai kesadaran dari atuan alam.
Aquinas beralasan bahwa kita sebaiknya melatih conscience kita untuk menampilkan sesuatu yang baik dan meluruskan sesuatu yang kita lakukan hingga mencapai kebaikan yang lebih tinggi. Walaupun conscience sebaiknya diaplikasikan sebelum sesuatu dilakukan, hal ini juga bagus untuk perenungan yang menyebabkan perasaan rasa bersalah atau kepuasan.
Joseph Butler
Joseph Butler berargumentasi bahwa conscience adalah pemberian Tuhan dan sebaiknya selalu dipatuhi. Butler juga mengatakan bahwa hal ini bersifat intuitif seperti yang dirasakan dari pengalaman empiris dan untuk itu didasarkan monarki konstitusional dan moral secara universal.
Simon Soloveychik
Menurut Simon Soloveychik kebenaran telah diturunkan ke dunia seperti pernyataan tentang martabat manusia dan sebagai pembatas antara kebaikan dan keburukan.
Dia menyatakan bahwa conscience adalah hal yang biasa, satu untuk semua, pengetahuan tentang kebaikan dan keburukan adalah untuk kebaikan manusia. Juga menjelaskan bahwa conscience yang benar tidak masuk kepada seseorang lewat gen dan tidak dengan pembawaan. Untuk opini ini jawaban tentang conscience manusia mengandung hukum moral melalui bahasa masyarakat sekitar.
Soloveychik menulis, “Anak kecil tenggelam dalam atmosfir moral dari bahasa dan budaya yang diserap dari conscience publik. Orang jenius dengan kerja besar dalam hidup mencapai kebenaran yang tinggi dan orang besar itu disebut conscience dari kebaikan manusia. Tapi keduanya anak usia dua tahun yang merasakan sesuatu yang sama pada perasaan bersalah untuk pertama kalinya dan penulis terkenal yang disebut penjaga conscience manusia, minum dari sumber yang sama dari pengetahuan manusia adalah kebenaran”.